Pada kreasi ini kita akan memodifikasi tampilan image yang telah diubah ke dalam tampilan warna Tint dengan menggunakan Brush berpola bunga-bunga kecil dan daun-daun kecil.
  • Image yang akan kita hias dengan menggunakan Brush ini merupakan sebuah image yang diberi warna Tint. Untuk mengubah tampilan sebuah image dengan dominasi warna Tint ini, masuklah ke kotak dialog Black & White dengan memilih menu Image > Adjustment > Black &White. Pada kotak dialog Black & White yang muncul,aktifkan opsi Tint lalu geserlah slider Hue dan Saturation hingga memperoleh komposisi Tint yang Anda inginkan.

Tampilan Image Tint 

  • Setelah itu pilihlah Brush dengan pola bunga-bunga kecil. Atur ukurannya sehingga sesuai diletakkan di sudut image. Pilihlah pula warna kuning untuk pola ini.
  • Jika sudah munculkan di sudut kiri bawah image.
  • Masih dengan pola Brush yang sama, perkecil ukurannya dan pilihlah warna putih. Kemudian munculkan di sudut kiri bawah image sehingga menimpa pola Brush sebelumnya.

Tampilan Brush Berpola Bunga Kecil di Sudut Kiri Image 

  • Beralih ke panel Layers, munculkanlah sebuah layer baru.
  • Kemudian pilihlah Brush berpola bunga-bunga kecil yang berbeda dengan pola sebelumnya. Pilihlah warna orange untuk pola ini dan atur ukurannya kurang lebih 850 px.
  • Lalu munculkan beberapa pola di sudut kanan bawah image.
  • Beralih ke panel Layers, klik ikon Add a Layer Style dan pilihlah opsi Satin. Pada kotak dialog Layer Style yang muncul, pilihlah warna merah untuk satin dan masukkan nilai Opacity: 59, Distance: 32 dan Size: 62.

Tampilan Pengaturan Kotak Dialog Layer Style 

  • Setelah itu pilihlah Brush berpola daun, atur ukurannya dan pilih warna hijau sesuai keinginan Anda. Lalu munculkan beberapa pola di kanvas.
  • Selanjutnya pilihlah Brush dengan pola daun lainnya dan atur arah pola Brush dengan menggeser garis Angle di bagian Brush Tip Shape pada panel Brushes. Pilihlah pula warna yang berbeda dengan warna yang sebelumnya telah dipilih.

Memilih dan Mengatur Brush 

  • Setelah itu munculkan kembali beberapa pola di kanvas sehingga Anda akan memperoleh bentuk dan arah pola Brush berbentuk daun yang beragam sehingga akan mempercantik tampilan image.  
  • Tampilan Akhir Desain 
Pada kreasi ini, kita akan menggunakan sentuhan Brush yang sedikit sekali namun dengan pemilihan warna yang mencolok sehingga walaupun sedikit tetap akan terlihat menonjol dan mempercantik penampilan image. Sementara itu tampilan image akan dimodifikasi terlebih dahulu dengan menambahkan Filter Clouds sehingga terlihat unik. Nah, untuk lebih jelasnya ikutilah langkah-langkahnya berikut ini.
  • Bukalah terlebih dahulu sebuah image hitam putih.

Tampilan Image Hitam Putih 

  • Selanjutnya buatlah sebuah layer baru dan isikan warna putih pada layer tersebut dengan memilih menu Edit > Fill. Pada kotak dialog Fill yang muncul, pilihlah opsi White sehingga layer tersebut tertutup dengan warna putih.
  • Kemudian pilihlah warna Foreground Color oranye dan warna Background Color kuning . Lanjutkan dengan memilih menu Filter > Render > Clouds sehingga akan diperoleh tampilan kanvas dengan warna perpaduan antara warna oranye dan kuning.

Tampilan Kanvas Tertutup Warna Orange dan Kuning 

  • Setelah itu bukalah panel Masks dan tambahkan layer mask dengan memilih ikon Add a Layer Mask . Lalu klik tombol Color Range.
  • Jika kotak dialog Color Range telah muncul, klik pada warna orange yang paling tua sehingga diperoleh tampilan di kanvas seperti ilustrasi berikut ini.  

Tampilan Perubahan pada Kanvas dan Kotak Dialog Color Range 

  • Beralih ke panel Layers, ubahlah Blending Mode layer yang berisi perpaduan warna orange dan kuning menjadi Blending Mode Pin Light.
  • Sekarang kita akan melengkapi tampilan image ini dengan beberapa sentuhan Brush. Untuk itu pilihlah Brush berpola daun-daun yang sederhana karena tampilan image yang kita miliki sudah cukup ramai. Pilihlah warna putih untuk Brush tersebut sehingga tampilannya akan terlihat mencolok di antara warna kuning dan orange. Atur pula ukurannya sehingga terlihat cukup besar, kurang lebih 400 px. Lantas munculkan pola Brush tersebut di sudut kanan bawah image.

Memilih Brush dan Menyapukannya di Kanvas 

  • Setelah itu aktifkan opsi Flip X pada panel Brushes dan geserlah garis Angle sehingga posisi Brush menghadap ke kanan. Lalu munculkan pola Brush tersebut dengan ukuran yang lebih kecil di sudut kiri image.
  • Berikutnya pilihlah Brush berpola bunga sudut dengan pilihan warna putih. Lantas munculkan pola ini di sudut kanan atas image.  
  • Tampilan Akhir Desain 
Kali ini kita akan mengubah sebuah foto menjadi lukisan dan mempercantik lukisan tersebut dengan menggunakan Brush berpola bunga-bunga berbatang kecil.
  • Lukisan seorang perempuan dengan latar belakang berwarna hijau ini sebenarnya adalah sebuah foto yang telah dimodifikasi. Tampilan image ini terlihat seperti lukisan karena telah ditambahkan dengan Filter Cutout. Jika Anda ingin memperoleh tampilan seperti ini maka pilihlah menu Filter > Artistic > Cutout. Lantas aturlah tampilan image yang Anda inginkan dengan menggeser slider Number of Levels, Edge Simplicity dan Edge Fidelity pada jendela Cutout.

Tampilan Sebuah Foto yang telah Dimodifikasi 

  • Kemudian untuk mempercantik tampilan lukisan ini tambahkan sapuan Brush berpola batang-batang bunga kecil di bagian bawah image perempuan. Atur ukuran Brush sehingga tidak terlihat terlampau besar yakni kurang lebih 200 px. Pilihlah pula warna yang senada dengan warna kanvas, misalnya hijau tua.
  • Tampilan Koleksi Brush Berpola Tanaman 
  • Sementara itu agar tampilan ini tampak semarak maka pilih Brush berpola bunga berbatang panjang dan pilih warna putih untuk pola ini.
  • Posisikan pola Brush ini di sisi kiri kanvas. Pastikan pula ukuran Brush lebih besar daripada ukuran Brush berpola batang-batang bunga kecil sehingga pola tersebut akan terlihat.
  • Selanjutnya masih dengan bentuk Brush yang sama, pilihlah warna merah tua. Kemudian perkecil sedikit ukuran Brush dan munculkan pola ini di samping objek bunga berwarna putih sebelumnya.
  • Jika sudah pilih Brush berbentuk putaran cahaya dan padukan dengan warna hijau muda. Lalu sapukan Brush ini di bagian kepala image perempuan.
  • Setelah itu tambahkanlah Brush berbentuk ranting-ranting pohon di sudut kiri atas dengan pilihan warna coklat tua. Kemudian tambahkan sebuah ranting lagi dengan ukuran yang lebih besar berwarna coklat muda sehingga objek ranting terlihat menumpuk. 

 

Tampilan Akhir Desain 

Photoshop: Inspirasi Blending Mode Overlay
08.21 | Author: Bayu Permana
Pada bagian ini kita akan mencoba membuat sebuah kreasi imagedengan Blending Mode Overlay. Berikut ini langkah-langkah selengkapnya.
  • Bukalah terlebih dahulu dua buah foto. Kali ini pilihlah sebuah foto hitam putih sebagai foto utama dan sebuah foto berwarna yang nantinya akan dimasukkan ke dalam foto hitam putih.  

Tampilan Awal Dua Foto 

  • Kemudian klik dan tarik image berwarna yakni image bunga ke dalam image orang yang berwarna hitam putih.
  • Selanjutnya pilihlah menu Edit > Free Transform.
  • Lantas klik dan tarik handle yang berada di sisi dan sudut image berwarna sehingga image berwarna memiliki ukuran yang sama dengan image hitam putih sebagai foto utama.
  • Jika sudah klik ikon Commit di Options Bar.
  • Beralih ke panel Layers, pilihlah opsi Blending Mode Overlay.

Memilih Blending Mode Overlay 

  • Setelah itu Anda akan mendapati tampilan image berwarna yang menjadi lebih tersamar.

Tampilan Hasil Perpaduan Dua Image 

  • Kembali ke panel Layers, klik ikon Add a Layer Style dan pilihlah opsi Satin.
  • Pada jendela Layer Style yang muncul, pilihlah opsi Overlay di kolom Blend Mode lalu klik pada kotak warna di sampingnya.

Memilih Kotak Warna Overlay 

  • Selanjutnya pilihlah salah satu warna pada kotak dialog Select Satin Color.

Memilih Salah Satu Warna 

  • Jika sudah pilihlah tombol OK.
  • Kembali ke jendela Layer Style, masukkanlah nilai Opacity: 44, Distance: 1 dan Size: 14.
  • Sesudahnya pilihlah tombol OK untuk melihat hasilnya.
  • Selanjutnya lengkapilah tampilan kreasi ini dengan teks sehingga tampilan akhir desain diperoleh seperti ilustrasi berikut ini. 
  • Tampilan Akhir Desain  
Photoshop: Inspirasi Blending Mode Hard Mix
14.28 | Author: Bayu Permana
Blending Mode Hard Mix mengubah warna-warna pada image menjadi warna-warna dasar. Sebuah image dengan Blending Mode Hard Mix yang dipadukan dengan image lain akan menghasilkan kombinasi antara warna-warna dasar dan warna-warna campuran yang memunculkan sebuah warna baru yang unik. Nah, dari cara kerja Blending Mode Hard Mix di atas maka kita bisa membuat sebuah kreasi image baru yang menarik. Berikut ini langkah-langkah penggunaan Blending Mode Hard Mix untuk memodifikasi sebuah image.
  • Bukalah terlebih dahulu dua buah image. Kali ini kami memilih sebuah image hitam putih sebagai image utama dan sebuah image berwarna yang hendak dipadukan dengan image utama.  

Tampilan Awal Dua Image yang Hendak Dijadikan Sebuah Kreasi 

  • Selanjutnya, gandakanlah layer Background image daun dengan cara klik tombol kanan mouse pada layer Background image tersebut dan pilihlah opsi Duplicate Layer.
  • Pada kotak dialog Duplicate Layer yang muncul, pilihlah tombol OK.
  • Lanjutkan dengan memilih menu Image > Adjustments > Black & White.
  • Pada kotak dialog Black and White yang muncul, pilihlah opsi Tint sehingga tercentang.

Mengaktifkan Opsi Tint 

  • Jika sudah pilihlah tombol OK.
  • Selanjutnya dengan menggunakan Move Tool , klik dan tariklah image daun yang telah berubah warna menjadi warna Tint ke dalam image orang.
  • Setelah itu pilihlah menu Edit > Free Transform.
  • Lantas klik dan tarik handle yang berada di sisi dan sudut image daun sehingga image tersebut memiliki ukuran yang sama dengan image orang.
  • Jika sudah klik ikon Commit yang berada di Options Bar.
  • Beralih ke panel Layers, pilihlah Blending Mode Hard Mix.

Memilih Blending Mode Hard Mix

  • Setelah itu Anda akan mendapatkan perpaduan dua image dengan Blending Mode Hard Mix.
  • Masih di panel Layers, klik ikon Create New Fill or Adjustment Layer dan pilihlah opsi Hue/ Saturation.

Memilih Opsi Hue/ Saturation 

  • Pada kotak dialog Hue/ Saturation yang muncul, geserlah slider Hue: -10 dan Saturation: -51.

Tampilan Pengaturan di Kotak Dialog Hue/ Saturation 

  • Jika sudah pilihlah tombol OK.
  • Selanjutnya lengkapilah image hasil kreasi ini dengan teks sehingga dihasilkan desain seperti ilustrasi di bawah ini.  
  • Tampilan Akhir Desain 

Pemandangan luar angkasa selalu menimbulkan kekaguman dan menyajikan sesuatu yang luar biasa. Kali ini dengan menggunakan Brush berpola cahaya kita akan membuat salah satu objek di luar angkasa yakni meteor. Selengkapnya ikutilah langkah-langkah berikut ini.
  • Bukalah terlebih dahulu sebuah image planet, kali ini kami memilih image planet Saturnus.

Tampilan Awal Image yang Hendak Dibuat Kreasi 

  • Selanjutnya munculkan sebuah layer baru di panel Layers.
  • Kemudian pilihlah Brush berpola pancaran cahaya satu arah. Pilihlah warna putih untuk pola ini dan atur ukurannya kurang lebih 650 px. Lantas atur pula arah pola Brush dengan menggeser garis Angle di bagian Brush Tip Shape. Jika sudah munculkan beberapa pola di kanvas seperti ilustrasi berikut ini.

Tampilan Pengaturan Brush dan Hasilnya di Kanvas 

  • Sesudah itu tambahkan sebuah layer baru di panel Layers.
  • Lantas pilihlah Brush berbentuk bulatan cahaya. Pilih warna orange untuk pola ini dan atur ukurannya kurang lebih 200 px. Lalu munculkan pola ini di ujung pola Brush sebelumnya.
  • Kembali ke panel Layers, klik ikon Add a Layer Style dan pilihlah opsi Satin. Pada kotak dialog Layer Style yang muncul, pilihlah warna merah untuk warna satin dan masukkan pengaturan Opacity: 47, Distance: 21 dan Size: 120.

Tampilan Pengaturan di Kotak Dialog Layer Style 

  • Berikutnya, pada layer yang sama tambahkanlah Brush dengan rumbai-rumbai di sisi kanan objek bulatan cahaya. Pastikan Anda memilih warna orange untuk Brush tersebut.
  • Beralih ke panel Layers, tambahkanlah sebuah layer baru lagi.
  • Lantas pilihlah Brush berpola cipratan. Pilihlah warna merah untuk pola ini dan munculkan di sisi kanan bulatan cahaya.
  • Setelah itu masih menggunakan Brush yang sama, pilihlah warna putih dan tambahkan beberapa pola di seputar bulatan cahaya.

Tampilan Sapuan Brush Berpola Rumbai di Sekitar Bulatan Cahaya 

  • Jika sudah pilihlah kembali Brush berpola pancaran cahaya satu arah. Atur ukuran dan arahnya seperti pola Brush yang pertama kali kita gunakan. Lalu pilihlah warna orange untuk pola ini dan munculkan di kanvas dengan pusat pancaran berada pada objek bulatan cahaya.
  • Selanjutnya pilihlah Brush berpola lingkaran cahaya dan atur ukurannya kurang lebih 600 px. Pilih warna orange untuk pola ini dan munculkan di sisi kanan bawah objek bulatan cahaya.
  • Sebagai sentuhan terakhir, sapukanlah Brush berbentuk bintang-bintang kecil di latar belakang image planet yang masih polos berwarna hitam.
  • Tampilan Akhir Desain 
Fenomena bola cahaya sering dikaitkan dengan UFO. Nah, terinspirasi dari fenomena tersebut kreasi kali ini akan mengusung tema bola cahaya yang misterius dengan menggabungkan Brush berpola cahaya yang beragam. Untuk lebih jelasnya, ikutilah langkah-langkah di bawah ini.
  • Bukalah terlebih dahulu sebuah image bebatuan seperti ilustrasi berikut ini.  

Tampilan Awal Image yang Hendak Dibuat Kreasi 

  • Kemudian aturlah sehingga warna Foreground Color dan warna Background Color yang aktif adalah warna putih dan hitam.
  • Lanjutkan dengan memilih menu Filter > Render > Difference Clouds sehingga tampilan image berubah seperti ini.

Tampilan Image dengan Efek Difference Clouds 

  • Berikutnya pilihlah Brush berpola bintang-bintang dan pilih warna biru untuk pola ini.
  • Lantas sapukan di beberapa tempat pada image.
  • Setelah itu pilihlah Brush berpola cahaya satu arah. Atur sehingga Brush ini memiliki pancaran yang luas, misalnya sebesar 1600 px dan pilih pula warna kuning untuk pola ini. Kemudian munculkan di bagian atas image.
  • Sesudah itu pilihlah Brush dengan pola pancaran sinar ke segala arah. Pilihlah warna kuning untuk Brush ini dan atur ukurannya kurang lebih 680 px. Lalu munculkan sebuah pola Brush ini di sudut kiri bawah.

Tampilan Brush Berpola Pancaran Sinar ke Segala Arah 

  • Masih dengan pola Brush yang sama, berikutnya pilihlah warna orange. Perkecil ukuran Brush sehingga sedikit lebih kecil dari pola pancaran sebelumnya.
  • Jika sudah, munculkan pola Brush ini di atas pola Brush sebelumnya sehingga dua pola tersebut saling bertumpuk antara warna kuning dan orange.
  • Dengan cara yang sama, tambahkan sebuah pola pancaran lagi di atas pola sebelumnya. Kali ini pilihlah kembali warna kuning dan atur sehingga ukurannya lebih kecil dari pola pancaran yang kedua.
  • Beralih ke panel Layers, tambahkanlah sebuah layer baru.  
  • Kemudian pilihlah Brush berbentuk bulatan cahaya dan pilih warna kuning untuk Brush ini. Lalu atur ukurannya sehingga ukuran bulatan cahaya ini sedikit lebih kecil daripada pola pancaran warna kuning dan orange yang telah kita buat sebelumnya. Misalnya dengan ukuran 250 px.
  • Lantas munculkan pola bulatan cahaya ini di atas pola pancaran berwarna kuning dan orange yang telah dibuat sebelumnya.
  • Sesudah itu klik ikon Add a Layer Style di panel Layers dan pilihlah opsi Satin.
  • Pada kotak dialog Layer Style yang muncul, pilihlah warna merah untuk warna Satin dan masukkan pengaturan Opacity: 88, Angle: -21, Distance: 39 dan Size: 136.

Tampilan Pengaturan di Kotak Dialog Layer Style 

  • Setelah itu tambahkan lagi sebuah layer baru di panel Layers.
  • Kemudian pilihlah Brush cahaya berekor. Lalu pilih warna kuning dan atur ukurannya kurang lebih 680 px.
  • Lantas munculkan sebuah pola Brush ini dengan bagian pangkal berada pada bulatan cahaya.
  • Sebagai sentuhan akhir untuk kreasi ini, pilihlah menu Filter > Blur > Gaussian Blur untuk menyamarkan tampilan Brush dengan pola cahaya berekor. Lalu masukkan nilai Radius: 1.5 px pada kotak dialog Gaussian Blur yang muncul.  
  • Tampilan Akhir Kreasi 
Sampai saat ini planet Mars masih menyimpan banyak misteri. Planet merah ini tak henti-hentinya menarik perhatian para ilmuwan. Nah, kreasi mengenai planet Mars berikut ini barangkali bisa mewakili imajinasi Anda mengenai keadaan di planet Mars.  
  • Bukalah terlebih dahulu sebuah foto pemandangan matahari tenggelam dan sebuah foto bebatuan.

Tampilan Awal Dua Image yang Hendak Dibuat Kreasi 

  • Setelah itu aktifkan terlebih dahulu image bebatuan. Kemudian bukalah panel Masks.
  • Pada panel Masks tersebut, tambahkanlah sebuah layer mask dengan memilih ikon Add a Layer Mask . Setelah itu klik tombol Color Range.
  • Jika kotak dialog Color Range telah muncul, klik pada warna coklat bebatuan sehingga warna tersebut dipertahankan sedangkan warna lain akan diubah menjadi warna yang transparan.

Tampilan Sebagian Image yang Transparan 

  • Beralih ke panel Layers, klik ikon Add a Layer Style dan pilihlah opsi Outer Glow.
  • Pada kotak dialog Layer Style yang muncul, pilihlah warna kuning untuk warna Glow dan geserlah slider Size hingga di posisi 223 px.
  • Setelah itu letakkan foto pemandangan matahari tenggelam sebagai latar belakang foto bebatuan yang telah dibuat transparan. Lantas ubahlah Blending Mode layer image bebatuan menjadi Blending mode Linear Light.

Tampilan Dua Image yang Dipadukan 

  • Selanjutnya tambahkanlah sebuah layer baru di panel Layers.
  • Kemudian pilihlah Brush berbentuk asap. Pilihlah warna merah untuk Brush ini dan aturlah ukurannya sehingga memiliki ukuran yang cukup besar kurang lebih 730 px.
  • Lantas munculkan beberapa pola ini di kanvas.
  • Berikutnya pilihlah menu Filter > Distort > Twirl.
  • Pada kotak dialog Twirl yang muncul, geserlah slider Angle: 457 sehingga Anda akan memperoleh bentuk sapuan asap yang berbentuk pusaran.

Tampilan Pengaturan Efek Twirl

  • Berikutnya pilihlah brush berpola sinar dengan ukuran yang cukup besar, misalnya 1500 px dan pilihlah warna kuning untuk Brush ini.
  • Kemudian aturlah arah pancaran sinar Brush ini sehingga memancar ke arah atas. Untuk itu bukalah bagian Brush Tip Shape di panel Brushes dan geserlah slider Angle.
  • Setelah itu munculkan pola ini di beberapa tempat pada image.
  • Lalu tambahkan Brush berpola bintang dengan pilihan warna putih dan sapukan di bagian atas image untuk melengkapi kreasi ini.  

Tampilan Hasil Akhir Kreasi 
Pengembangan Shortcut di Photoshop CS4
08.58 | Author: Bayu Permana
Selain beberapa tambahan panel baru, versi terbaru Photoshop ini juga dilengkapi dengan penyempurnaan shortcut. Shortcut tersebut membuat kerja Anda semakin mudah dan cepat. 

#Shortcut Hand Tool pada Penggunaan Zoom Tool #

Ketika Anda memperbesar tampilan sebuah image dengan menggunakan Zoom Tool, maka objek utama yang hendak Anda amati pastinya akan bergeser sehingga tidak tampak di kanvas. Nah, untuk melihat objek utama tersebut sehingga terlihat di kanvas tentunya Anda harus menggesernya dengan memilih Hand Tool pada Toolbox atau dengan menggeser Scrollbar yang berada di sisi-sisi kanvas.

Tetapi pada versi Photoshop CS4 ini sebuah shortcut telah ditambahkan untuk memudahkan kerja Anda. Caranya tekan dan tahanlah tombol huruf H sehingga Anda secara otomatis akan beralih menggunakan Hand Tool. Lantas klik dan tarik kanvas untuk menggesernya sehingga objek utama terlihat. Lakukan langkah ini tanpa melepaskan tombol huruf H. Setelah itu lepaskanlah tombol huruf H sehingga Anda beralih kembali menggunakan Zoom Tool.  


#Shortcut Zoom Tool di Beberapa Kanvas #

Jika Anda sedang bekerja dengan beberapa image dalam kanvas terpisah, maka tentulah Anda membutuhkan ukuran tampilan image yang sama sehingga perbandingan dapat dilakukan dengan lebih seksama. Nah, untuk mengatur ukuran tampilan image dalam kanvas yang berbeda secara bersamaan dan dengan presentase perubahan yang sama maka gunakanlah tombol Shift. Caranya sebagai berikut.  

  1. Pilihlah Zoom Tool pada Toolbox.
  2. Kemudian tekan dan tahanlah tombol Shift.
  3. Lantas klik di salah satu kanvas.
  4. Setelah itu Anda akan mendapati tampilan image dalam kanvas yang diperbesar dengan presentase yang sama.
  5. Sementara itu untuk memperkecil ukuran tampilan image di kedua kanvas tersebut secara bersamaan, pilihlah terlebih dahulu ikon Zoom In di Options Bar.
  6. Setelah itu tekan dan tahan kembali tombol Shift.
  7. Lalu klik di salah satu kanvas sehingga tampilan kedua image akan diperkecil secara bersamaan. 


Tampilan Dua Kanvas yang Diperkecil Bersamaan 


#Shortcut Hand Tool di Beberapa Kanvas#

Selain Zoom Tool yang bisa digunakan di beberapa kanvas sekaligus, Anda pun bisa menggunakan Hand Tool secara bersamaan di beberapa kanvas. Caranya sebagai berikut. 

  1. Pilihlah terlebih dahulu Hand Tool pada Toolbox.
  2. Kemudian tekan dan tahanlah tombol Shift.
  3. Lantas klik dan tarik Hand Tool di salah satu kanvas untuk menggeser tampilannya. Dengan cara ini maka Anda akan mendapati tampilan image di kedua kanvas tersebut akan bergeser secara bersamaan. 

Tampilan Dua Image di Kanvas Berbeda yang Digeser Bersamaan 


#Shortcut untuk Berpindah Kanvas #

Selain dua shortcut di atas yang pastinya akan memudahkan Anda saat bekerja dengan beberapa kanvas, Photoshop CS4 juga menyediakan shortcut untuk berpindah dari tab kanvas yang satu ke tab kanvas lainnya. Nah, untuk berpindah dari satu tab kanvas ke tab kanvas lainnya maka tekan dan tahanlah tombol Ctrl. Lanjutkan dengan menekan tombol Tab untuk berpindah ke tab kanvas berikutnya. Ulangi menekan tombol Tab hingga Anda sampai pada tab kanvas yang Anda tuju. 

Berpindah Kanvas dengan Shortcut



#Shortcut untuk Brush Tool#

Pada versi Photoshop sebelumnya, bila Anda ingin mengubah ukuran Brush Tool tentulah Anda harus beralih terlebih dahulu ke Options Bar. Lantas menggeser slider Diameter atau memilih ukuran Brush yang berbeda. Atau bisa juga dengan menekan tombol [ (kurung siku pembuka) dan tombol ] (kurung siku penutup). Nah pada versi ini shortcut untuk pengaturan Brush Tool telah ditambahkan yakni dengan menekan tombol Alt+tahan lalu tekanlah tombol kanan mouse. Kemudian geserlah kursor ke arah kanan untuk memperbesar ukuran Brush dan sebaliknya ke arah kiri untuk memperkecil. 

#Shortcut di Panel Adjustments Hue/ Saturation dan Black & White#

Panel Adjustments termasuk salah satu panel baru pada versi Photoshop CS4 ini. Pada panel ini Anda akan menemukan berbagai pengaturan seperti Levels, Color Balance, Black & White, Hue/ Saturation dan beberapa pengaturan lainnya. Nah, pada dua pengaturan yakni pengaturan Hue/ Saturation dan Black & White, Photoshop CS4 melengkapinya dengan shortcut yang terbilang cukup unik. Mari kita lihat bersama keunikan shortcut tersebut.  

  1. Bukalah terlebih dahulu panel Adjustments tepatnya di bagian pengaturan Hue/ Saturation.
  2. Selanjutnya klik ikon yang berada di sudut kiri atas panel tersebut.
  3. Lantas klik dan drag di kanvas untuk mengatur nilai Saturation pada image yang sedang Anda buka.
  4. Berikutnya untuk mengatur nilai Hue tekanlah tombol Ctrl lalu klik dan tarik di kanvas. 
     

Mengatur Nilai Adjustments dari Kanvas 

Dengan cara ini maka Anda tidak perlu lagi menggeser slider Hue atau Saturation di panel Adjustments sehingga Anda bisa lebih terfokus pada perubahan yang terjadi pada image. Cara yang sama juga bisa Anda lakukan di panel Adjustments Black & White.

  1. Awali dengan memilih ikon di sudut kiri atas panel Adjustments Black & White.
  2. Berikutnya klik warna terang pada sebuah objek di kanvas dan drag untuk mengatur nilai Yellow.
  3. Selanjutnya klik warna gelap pada objek di kanvas dan drag untuk mengatur nilai Red. 

Mengatur Adjustments Black & White dari Kanvas 

Panel Masks, Fitur Baru Photoshop CS4
08.19 | Author: Bayu Permana
Panel Masks merupakan sebuah fitur yang benar-benar baru pada versi Photoshop ini. Panel ini secara khusus disediakan untuk memudahkan pengaturan-pengaturan yang berhubungan dengan Layer Mask. Pada panel Masks Anda akan menemukan pengaturan Density, Feather, Mask Edge dan beberapa pengaturan lainnya. Panel Mask bisa temukan berkelompok dengan panel Adjustments dalam Workspace Essentials (default).  

Tampilan Panel Masks 

Selain dalam tampilan Workspace Default, Anda pun bisa memunculkan panel Masks dengan memilih menu Window > Masks. Atau Anda juga bisa memilih ikon Masks yang muncul di Workspace. Dengan memilih ikon ini maka panel Masks bisa disembunyikan atau dimunculkan sesuai dengan kebutuhan Anda. 

Tampilan Ikon Masks


Fasilitas pada Panel Masks

Setelah mengenal sekilas mengenai panel Masks, selanjutnya kita akan melihat fungsi fasilitas-fasilitas yang terdapat di panel Masks. Untuk itu ikutilah penjelasan masing-masing fasilitas tersebut dan contoh penggunaannya berikut ini. 

#Color Range#

Tampilan Fasilitas Color Range 

Salah satu fasilitas yang disediakan di panel Masks adalah Color Range. Dengan fasilitas ini Anda bisa membuat area transparan di sebagian image. Color Range akan mendeteksi warna-warna yang hendak dipertahankan dan mengubah warna lainnya menjadi area transparan.  

  1. Tambahkanlah sebuah layer mask pada image yang telah Anda buka dengan memilih ikon Add a Layer Mask di panel Masks.
  2. Selanjutnya pilihlah tombol Color Range.
  3. Pada kotak dialog Color Range yang muncul, geserlah slider Fuzziness sampai di posisi 200. Lalu pilihlah opsi Image.
  4. Lantas klik pada warna image yang hendak dipertahankan. Sebaliknya warna yang tidak Anda pilih akan berubah menjadi area transparan.
  5. Jika sudah klik tombol OK untuk melihat hasilnya. 
  6. Tampilan Modifikasi Image dengan Fasilitas Color Range (kiri) dan Hasil Penggabungannya dengan Image Lain (kanan) 

   

#Density, Feather dan Invert#

TampilanPengaturan Density, Feather dan Invert

Pada versi Photoshop sebelumnya, Anda harus berpindah dari satu menu ke menu lainnya untuk menghasilkan karya yang menarik dari sebuah objek yang telah ditambahkan dengan Layer Mask. Namun pada versi ini, Anda tidak perlu berpindah kemana pun. Cukup dengan menggunakan kolaborasi tiga fasilitas yakni Density, Feather dan Invert di panel Masks maka Anda akan menghasilkan modifikasi objek yang memuaskan. 

  1. Buatlah terlebih dahulu sebuah bidang seleksi pada image Anda.
  2. Kemudian klik ikon Add a Layer Mask di panel Masks. 
  3. Lanjutkan dengan menekan tombol Invert untuk membalik area mask. 
  4. Kemudian geserlah slider Density sehingga area mask menjadi transparan.
  5. Sementara itu untuk membuat tepi-tepi area mask menjadi lebih lembut, maka geserlah slider Feather.
  6. Nantinya bila Anda meletakkan sebuah image di belakang image dengan mask ini maka Anda akan memperoleh sebuah karya yang unik.
  7. Tampilan Hasil Modifikasi dengan Pengaturan Density, Feather dan Invert 

#Mask Edge#

Mask Edge merupakan sebuah fasilitas yang menggabungkan beberapa fungsi ke dalam satu wadah. Dalam fasilitas ini Anda akan menemukan fungsi-fungsi seperti pada menu Select yang digunakan untuk mengoreksi dan memodifikasi tepi-tepi objek terseleksi, misalnya Feather, Smooth, Contract dan Expand. Nah, pada fasilitas Mask Edge ini fungsi-fungsi tersebut memiliki cara kerja yang sama namun secara khusus disediakan untuk objek-objek terseleksi yang telah ditambah Layer Mask. Selain itu fasilitas ini juga dilengkapi dengan fungsi-fungsi baru yakni Contract dan Radius yang digunakan untuk menyempurnakan tampilan tepi-tepi objek terseleksi. Hebatnya lagi, fasilitas ini juga menyediakan opsi-opsi preview untuk memudahkan Anda mengamati tampilan objek terseleksi dalam berbagai pilihan. Antara lain tampilan dengan latar belakang hitam, putih, mode Quick Mask dan lain sebagainya.  

  1. Seleksilah terlebih dahulu sebuah image.
  2. Kemudian tambahkan sebuah layer Mask dengan memilih ikon Add a Layer Mask.
  3. Setelah itu klik tombol Mask Edge.
  4. Pada kotak dialog Refine Edge yang muncul, pilihlah salah satu ikon preview untuk melihat tampilan hasil seleksi Anda dalam berbagai mode. Klik ikon Preview the Mask untuk melihat objek terseleksi dalam tampilan layer mask, pilihlah ikon Preview on White untuk menampilkan objek terseleksi dengan latar belakang putih, pilihlah ikon Preview on Black untuk menampilkan objek terseleksi dengan latar belakang hitam, klik ikon Preview on Quick Mask untuk menampilkan objek terseleksi dalam mode Quick mask atau pilihlah ikon Standard Selection Border untuk menampilkan objek terseleksi dengan garis-garis seleksi.
  5. Sementara itu untuk mengatur tepi-tepi objek terseleksi maka geserlah slider-slider berikut ini: Tambahkan nilai Radius untuk membuat transisi tepi-tepi objek terseleksi menjadi lebih lembut tanpa mengurangi detail tampilannya, geserlah slider Contrast ke kanan untuk mempersempit area lembut di tepi-tepi objek sehingga bentuk objek tidak terlihat kabur, tambahkan nilai Smooth untuk menghilangkan tepi-tepi objek terseleksi yang bergerigi atau tajam, geserlah slider Feather ke arah kanan untuk melembutkan tepi-tepi objek dengan membuatnya tampak kabur, geserlah slider Contract/ Expand ke kanan untuk melebarkan area seleksi dan geserlah ke arah sebaliknya untuk mempersempit/ mengerutkan bidang seleksi.
  6. Jika sudah pilihlah tombol OK untuk menerapkan pengaturan tersebut pada objek.
  7. Tampilan Fasilitas Refine Edge

#Vector Mask#

Panel Masks ini secara khusus juga menyediakan fasilitas untuk mengatur Density dan Feather pada objek-objek Vector secara langsung seperti halnya pada objek-objek Pixels. Sehingga Anda tidak perlu lagi melakukan Rasterize pada objek vector untuk kemudian menambahkan layer mask dan barulah setelah itu mengatur Density dan Feather. Dengan menggunakan fasilitas ini maka kerja Anda akan menjadi lebih cepat dan singkat.  

Tampilan Pengaturan untuk Modifikasi Vector Masks

  1. Buatlah sebuah objek vector di kanvas.
  2. Selanjutnya geserlah slider Density untuk mengatur intensitas warna latar belakang objek Vector.
  3. Sementara itu untuk melembutkan sisi-sisi objek Vector maka geserlah slider Feather.

 
Tampilan Hasil Modifikasi pada Sebuah Image Vector